Elora menatap suaminya lekat-lekat, pemikiran Bobby mungkin ada benarnya juga. Mengingat suami adiknya itu yang penggangguran dan tidak punya uang membiayai hidup mereka makanya Reina tidak punya pilihan lain. “Kalau memang benar begitu, mama sama papa harus segera tahu.” ujar Elora. Dia merasa senang sekali karena kembali bisa membully dan menghancurkan adiknya itu. “Jangan! Sebaiknya kita selidiki dulu, tidak boleh bertindak gegabah nanti malah kita yang kena imbasnya. Aku jadi curiga, jangan-jangan Varen yang memaksa Reina untuk melakukan itu. Dia sengaja memanfaatkan kepolosan Reina untuk mendapatkan uang. Dengan dalih bekerja di kantoran padahal lebih dari itu.” tuduh Bobby lagi. Elora mengetukkan telunjuknya kedagu sambil berpikir keras bagaimana caranya mendapatkan bukti perbuata

