“Pak Verdi?” ucap Kaifan dengan membelalakkan matanya menatap pria dihadapannya. Suara Kaifan menyadarkan Reina, dia pun langsung berdiri dan Verdi melepaskan tangannya dari tubuh Reina. “Terimakasih.” ucap Reina lalu berjalan kebelakang Verdi. Sebelum pintu lift tertutup, Reina melihat Kaifan tersenyum kepadanya. Reina benar-benar merasa risih dan jijik dengan sikap pria itu. “Apa harus saya yang menekan tombol lift untuk kamu?” suara dingin Verdi menyadarkan Reina dari lamunannya. Dia menepuk keningnya lagi, dia ingat tadi Kaifan memanggil pria itu dengan nama Verdi, itu berarti pria itu adalah Verdi Kenzie, atasannya. CEO tempatnya bekerja sekarang. Bagaimana bisa dia lupa tentang pria ini yang dia temui waktu itu? “Maaf pak!” ucap Reina seraya melangkah maju untuk menekan tombol li

