Bab 18

1307 Words

Bulu kuduk Naresya merinding mendengar perkataan Naskala. Dia membalikkan badannya dan cengengesan ke arah Naskala. "Aku lapar Naskala, biarin aku makan di kantin aja ya sama yang lain. Biar bisa sosialisasi juga." cicit Naresya. Naskala yang sejak tadi menatap Naresya dari tempat duduknya menyipitkan mata curiga. "Ok, aku ijinkan kamu makan di kantin...." Wajah Naresya sudah mulai sumringah tapi detik berikutnya wajahnya berubah menjadi masam. "Tapi sama aku juga." Naskala bangkit dari duduknya, berjalan ke arah Naresya. Menggenggam tangannya dan membuka pintu itu dengan memasukkan beberapa kode. Mata Naresya membulat saat melihat angka angka yang di pencet oleh Naskala . "Tanggal lahir kamu, jadi nggak usah kaget gitu." Naresya terus melihat wajah Naskala yang biasa saja

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD