Naresya seperti ingin menyesali semua kata katanya saat dia terhanyut dengan permainan Naskala. Dia bahkan tak mengerti jika Naskala punya tenaga yang tak ada habisnya. "Kala.... eungh ......" lenguhan itu kembali keluar disaat Naskala terus menggempur bagian bawahnya dan juga bermain di dua benda kenyal miliknya. "Kamu cantik banget...." racau Naskala di tengah permainan mereka. Naskala tak membiarkan Naresya bernapas dengan baik karena gempurannya. Hampir beberapa waktu mereka melakukannya. Dan akhirnya lenguhan panjang dari bibir Naskala pun terdengar. Napas mereka berdua sama sama tersengal. Mata tajam Naskala masih terus memindai wajah Naresya yang tampak kelelahan dan masih berada di bawahnya. "Minggu depan kita nikah ya?" Mata Naresya yang awalnya tertutup langsung t

