Part 5

1370 Words
Aqila terbangung dari tidurnya. merasakan seluruh badannya remuk dan kepala terasa pusing. Dirabanya samping tempatnya berbaring, dan tak ada tanda-tanda Raihan di sana. Aqila berdecak sebal, setelah membuatnya kelelahan dan tertidur, hingga membuat rencananya untuk ke pantai dibatalkan, Raihan malah meninggalkannya sendirian di kamar. Aqila melihat jam dinding yang ada di sebelah kirinya langsung terperanjat. Jam itu menunjukkan kalau sebentar lagi akan maghrib. Aqila buru-buru pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badannya. Sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk, Aqila membaca surat yang ditinggalkan Raihan di atas nakas. Surat itu berisi kalau Raihan shalat berjamaah di masjid hotel dan di teruskan sampai isya. Di surat itu juga Raihan mengajaknya untuk dinner. Aqila tersenyum, sangat manis sekali. Dia langsung mempersiapkan dirinya untuk shalat maghrib. Aqila tersenyum puas melihat hasil riasnya saat ini. Satu polesan terakhir lipstick berwarna peach di bibirnya menambah kesempurnaan make upnya. Wajahnya terlihat sangat segar dengan make up natural yang dipakainya. Dress hitam selutut juga membalut tubuhnya dengan sempurna. Rambut coklatnya dibiarkan tergerai dan menambah volume diujung rambut yang diberi kesan curly. Aqila berharap Raihan menyukai. Aqila membalas senyum dan sapaan sopan dari para karyawan yang ditemuinya di lobby hotel. Rata-rata karyawan yang menyapanya itu adalah yang mengetahui kalau dirinya datang bersama Raihan. Aqila berjalan sangat anggun menuju Raihan yang tengah menunggunya. Dia melewati pintu dan satu tikungan lagi membuatnya bertemu Raihan. Aqila terperangah dengan apa yang dilihatnya. Raihan benar-benar menyiapkan dinnernya dengan sangat baik. Aqila merasa bahwa malam ini dirinya sangat istimewa. Raihan tersenyum dan menghampiri Aqila yang tengah berdiri mematung ditempatnya. Tangannya terulur, tak lama kemudian Aqila meraih tangan itu dan langsung digenggamnya erat. Keduanya berjalan beriringan ke meja yang telah disiapkan. Raihan menarik kursi dan mempersilakan Aqila duduk di kursi tersebut, lalu dia sendiri duduk di seberangnya. Aqila memperhatikan sekitar. Banyak lampion yang berwarna keemasan sebagai penerangnya. Tak jauh dari tempat mereka, ada seseorang yang tengah memainkan biolanya dengan sangat merdu mengalunkan lagu romantis. Ditambah lagi deru ombak yang tak begitu kencang semakin menambah kesan sempurna malam ini. Aqila begitu takjub dan tak percaya kalau Raihan bisa seromantis ini. Keduanya masih terlihat canggung dan belum ada yang memulai membicaraan. Masih sibuk dengan pikirannya masing-masing. Aqila memperhatikan penampilan Raihan malam ini. Raihan memakai tuxedo berwarna hitam dan terlihat sangat tampan. Raihan terlihat lebih muda dari usia sebenarnya. Aqila tak akan pernah bosan bila lama-lama disuruh menatap wajah Raihan malam ini. Sedangkan Raihan sibuk memperhatikan penampilan Aqila. Raihan sangat terpesona dengan istrinya malam ini. Aqila memang cantik, tapi kesehariannya Aqila jarang memakai make up dan terkesan natural. Tapi malam ini, semua kecantikan Aqila tereksplor malam ini. Raihan mencari topik untuk memulai pembicaraan. Biar bagaimanapun Raihan laki-laki dan tak mungkin Aqila yang memulainya. Raihan berdehem dan membenarkan letak tuxedonya yang memang tak berantakan. Hanya sebagai mengurangi rasa gugupnya. "You're so beautiful tonight." Satu pujian lolos dari bibir Raihan. Aqila semakin tak karuan dengan perasaannya. "Gombal." Ucap Aqila dengan asal. Jantungnya bagai lari-larian dari tempatnya. Dipuji oleh Raihan dan berdekatan dengan Raihan tak bagus untuk jantungnya saat ini. "Kamu harusnya bisa bedain mana gombal, mana kenyataan." "Iya deh iya.. Kamu bawa handphone ngga Mas?" Tanya Aqila dan menanti jawaban Raihan. Raihan merogoh saku celananya dan memberikan Iphone nya kepada Aqila. Aqila tak heran, CEO seperti Raihan dapat membeli apa saja yang dia butuhkan. Termasuk Iphone keluaran terbaru. "Passwordnya angka dua sebanyak empat kali." "Kamu kasih password Iphone kamu ngga takut aku geledah?" "Engga. Isinya kerjaan semua." Jawab Raihan santai. Aqila mengangguk dan menikmati hidangan makan malam yang telah disiapkan Raihan. Setelah selesai, Aqila mendekatkan kursinya agar dekat dengan Raihan. Dia membidik dengan kamera Iphone Raihan dan tersenyum puas dengan hasilnya. Banyak foto selfie keduanya di Iphone Raihan. Aqila ingin setiap moment indah dalam hidupnya selalu diabadikan. Raihan tak keberatan. Aqila menambah warna-warni dalam hidupnya yang berwarna abu-abu. Selama ini Raihan terlalu kaku. "Do you mind to dance with me?" Raihan menanti jawaban dari Aqila. Aqila menggeleng, bukannya tidak mau, tapi tidak bisa. "Aku ngga bisa Mas." Ucap Aqila dengan lirih. Dia takut kalau Raihan kecewa. Tapi apa yang ditakutkannya tak terjadi, Raihan tetap menampilkan senyum di wajahnya. Aqila merasa bahwa Raihan banyak tersenyum malam ini. Aqila melepas heels yang dipakainya dan berlari ke arah pantai. Kaki telanjangnya menyentuh pasir yang sangat lembut. Angin pantai langsung menghembus dan menusuk bagian punggungnya yang terbuka. Aqila terkejut saat menyadari Raihan yang tiba-tiba berada disampingnya. Raihan melingkari pinggang Aqila sementara tangan Aqila terulur ke leher Raihan. Tubuh mereka bergerak perlahan dengan bimbingan Raihan. Bukan lagi suara biola yang terdengar, melainkan deru ombak yang seperti alunan musik yang begitu indah. Keduanya begitu hanyut dalam suasana malam ini. Tubuh Aqila begitu dekat dengan Raihan hingga Aqila dapat mencium bau parfum yang bercampur dengan aroma maskulin tubuhnya. Bau favoritnya. Keduanya sedang mereguk manisnya cinta dalam ikatan yang suci, yaitu pernikahan. Malam ini, Raihan berhasil membuat Aqila jatuh ke dalam dekapannya dan juga berhasil menyakinkan hati Aqila bahwa Raihanlah pria terbaik yang mendampinginya. Aqila semakin yakin bahwa malam ini cinta itu sudah tumbuh untuk suaminya. **** Rita masih belum bisa memejamkan kedua matanya. Padahal saat ini hampir jam 11 malam. Omah—ibu dari Raihan sudah sejak tadi tertidur, dan Bi Nining—asisten rumah tangga juga sama. Hanya Rita yang masih terjaga. Biasanya kalau kejadian seperti ini, Rita menghampiri kamar Raihan dan memilih tidur di sana. Sambil di dekapnya tubuh Papanya itu sampai pagi. Bunyi notif dari aplikasi LINE mengganggunya. Dua kali handphonenya berbunyi. Dengan malas Rita meraih benda persegi itu dari nakas. Rita membuka aplikasi itu dan layar handphonenya seketika berubah menjadi hijau. Kemudian terlihat beberapa chat yang belum di bacanya. Dari grup artis dunia akhirat. Rita sempat bergidik ngeri saat dia tahu kalau dia masukkan ke dalam grup itu. Siapa lagi yang membuatnya kalau bukan Bela. Temannya yang satu itu memang sangat terobsesi untuk menjadi artis. Belalalala: Gue di follback tante Qilaaaaaa :D seneng banget gue Belalalala: Ritaaaaa nongol dong lo Nurita: Najong! Gue kira notif tentang apaan Belalalala: Lo harus liat deh postingan terakhir nyokap lo Nurita: DIA BUKAN NYOKAP GUE!!! Belalalala: wowww santai dong, capslock ampe jebol gitu Belalalala: Buruan dih, gue jadi pengen kan ngeliatnya. Belalalala: Gue jadi galau nih, ntar ngejar karier dulu, apa kawin dulu. Belalalala: Ritaaaa dih najis gue dikacangin Nurita: sebenernya gue males sih kepoin IG tuh orang, tapi demi lo deh. Gue kan jadi penasaran lo kepengen apaan Nurita: Nikah? Hah kita masih kelas 3 SMP lo yang dipikirin nikah? Ya ampuuuun Rita menutup aplikasi LINE nya dan langsung berpindah pada akun IG. Diketiknya akun Aqila di mesin pencarian karena dia belum memfollow akun tersebut. Tak lama akun itu muncul di deretan paling atas. Rita langsung mengkliknya. Rita terlihat shock dengan apa yang di posting Aqila malam ini. Dia benar-benar tak percaya kalau Papanya mau di ajak selfie. Di foto yang belum lama Aqila unggah, ada 4 gambar yang di collage. Di sudut kiri atas foto lampion-lampion yang sangat indah. Di kiri bawah, Aqila dan Raihan keduanya sama-sama tersenyum melihat ke arah kamera. Di sudut kanan atas, keduanya saling tatap penuh mesra dengan jarak yang sangat dekat. Hingga hidung keduanya hampir menempel. Di sudut kanan bawah, Raihan mencium kening Aqila. Dengan caption "dinner with my hubby {}" 2.068 likes Rita penasaran juga dengan apa komen-komen dari followers Aqila. Lalu dia mengklik tombol komentar. @Muthiaraaa: La yaampun nikah ngga bilang2, semoga samawa deh :) @Putry12_: Beautiful girl ups beautiful woman kali ya wkwk. Kayaknya gue pernah liat suami lo deh @rinashaaaay: Pantes lo ngga pulang2 ke khayangan, ternyata ini alesannya @BagusAdrian: Patah hati gue La, tau lo udah nikah :( *tears* @ilhamkw: He's a lucky guy, congrats for Him @AjiBayu: Qila follback, walaupun lo ngga follback cinta gue follback IG gue ngga papa kok @AjengKarina: Kok kalian serasi banget ya? Walaupun beda umur kalian cukup jauh. Semoga langgeng deh La @Belalalala: Tante Qila, thanks ya udah di follback :) Rita langsung menutup akun Instagramnya. Dia membanting handphonenya ke kasur, dan berjalan mengambil sebuah bingkai foto yang ia simpan. Lalu ia kembali ke ranjangnya. Di usapnya bingkai itu dengan penuh kasih. Air matanya meleleh jatuh mengenai kaca dari bingkai itu. "Ma apa Papa udah lupain Mama?" ****
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD