Part 19

1374 Words

Tubuh Raihan membungkuk, tangannya terulur untuk meraih sesuatu. Ketika sampai, ia mengangkat dan memperhatikan benda itu. Meskipun benda itu tak pernah ia lihat secara langsung, namun ia tahu itu adalah alat untuk mengecek kehamilan. Dan alat itu memperlihatkan dua garis berwarna merah. Ketika Aqila memberitahunya kalau sebenarnya dia hamil, saat itu juga Raihan ingin segera memeluk istrinya itu. Mengecup keningnya dan mengucapkan rasa terima kasihnya. Aqila benar, inilah yang dia harapkan. Inilah yang ia inginkan. Namun hal itu diurungkannya karena waktunya yang tidak tepat. Raihan juga merutuki dirinya sendiri akibat mulutnya yang kurang ajar. Entahlah. Otak dan mulutnya seperti tidak sinkron yang berhasil membuat Aqila sakit hati. Lebih dari sakit, bahkan merasa terhina. "Ada apa si

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD