"Pa ayo cepet!" Rita menghampiri Raihan yang masih berada di kamarnya. Dilihatnya Raihan tengah terburu mengancingi kemejanya. "Iya sabar, sabar." "Cepetan Pa, aku harus berangkat lebih awal buat glady bersih dulu." "Iya." Raihan mengambil sedikit pomade yang ada di meja rias, kemudian menyisir rambutnya dengan cepat. Setelah selesai ia mengambil kunci mobil dengan tergesa setelah memakai jas formalnya. "Bagaimana penampilan Papa?" Tanya Raihan ketika menuruni anak tangga yang tersisa. Rita melirik sekilas dan membalas, "Not bad. Lagi juga siapa yang mau sih liat penampilan Papa?" Raihan menyeringai. Sudut bibirnya tertarik ke atas. "Siapa tahu ada yang nyantol kan?" Raihan terkekeh. "Dasar playboy cap ikan teri! Aku ngga mau punya mama baru. Aku pingin Mama Qila. Titik!" Sejenak k

