TWENTY NINE

1993 Words

               Hito kemudian mengeluarkan ponselnya dan mendial no telp ibu Kinanti, ibunya Kiara. Ia sengaja loudspeaker pembicaraan mereka dan membiarkan Kiara mendengarnya. “Selamat malam Ibu,” kata Hito begitu nada sambungnya terhubung dengan ibu Kinanti. “Malam Hito. Bagaimana? apa rencanamu berjalan dengan lancar?” tanya ibu Kinanti penuh dengan rasa penasaran. “Ya Bu. Kiara menerimaku menjadi tunangannya. Dan sekarang kami resmi bertunangan,” ujar lelaki itu sambil tersenyum penuh kebahagiaan. “Syukurlah! Ibu dan Ayah senang mendengarnya,” kata ibu Kinanti terdengar bahagia. “Lalu ada apa kamu menelpon ibu?” tanyanya lagi. “Ehmm … Hito baru saja mengantarkan Kiara ke rumah. Sekarang aku masih di rumah Ibu. Apa Hito boleh membawa Kiara ke apartemen Hito, Bu? karna Hito khawati

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD