Tin.... Tin.... Tin.... "Dimana satpamnya" teriak Azaran karena tidak ada satupun satpam yang membuka gerbangnya. "Sabarlah Az" kata Brianto. "Ayah mereka itu dipekerjakan untuk sigap dan cepat, bukan malah membuat orang menunggu" kesal Azaran. Tak lama kemudian seorang bodyguard membuka gerbang. "Dimana satpamnya?" Tanya Azaran. "Tidak tau tuan, satpam baru itu aku tidak melihatnya" kata bodyguard itu. "Bagaimana bisa kalian memperkejakan orang yang seperti itu" Azaran hendak berjalan, namun ada sesuatu yang mengalihkan pandangannya, ia kemudian menunduk dan berjongkok, hal itu membuat Brianto dan bodyguard itu menjadi bingung. "Darah kering" batinnya. Azaran kemudian menatap ayahnya dan menggangguk, Brianto yang mengerti lantas menatap anaknya itu dengan lekat. "Cek cctv kemar

