ARACA³⁶

1093 Words

Setelah sampai ditaman belakang, Pratomo menatap kiri kanan muka belakang, melihat apa ada orang lain yang berada disini selain dirinya.  "Aman" Pratomo kemudian menelfon seseorang. "Halo" ucap Pratomo. "Apa kau sudah membunuh Brianto?" Tanya Pria tua disebrang sana. "Belum, sepertinya aku akan langsung membunuhnya saja" "Apa kau tidak mencampurkan cairan itu dikopinya?" Tanya pria tua itu. "Aku sudah mencampurkannya, bahkan Brianto sudah akan meminumnya tapi cucu sialannya itu membuat Brianto menjatuhkan kopinya sebelum menyentuhnya" jelas Pratomo. "Jika begitu tidak perlu berlama-lama, kau tembah saja langsung kepalanya"  "Itulah yang aku sedang usahakan Sandoro" Tanpa disangka-sangka ada seseorang yang mendengar percakapan Pratomo. "Jadi kau mata-mata" gumam orang itu, lalu ia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD