Malam itu, mengenakan piama yang disiapkan mendadak oleh Prilly, Rebecca duduk bersandar pada ranjang. Brian dan Mark, masing-masing menggunakan paha Rebecca sebagai bantal di kepala mereka. Rebecca membacakan salah satu koleksi buku dongeng penghantar tidur milik Mark hingga kedua bocah itu tertidur. Rebecca membelai rambut di kepala ke dua anak itu, perasaannya sangat bahagia karena ia seolah mendapatkan kembali putranya yang telah tiada. Kebahagiaan itu datang bersamaan seolah badai yang menghantam dadanya. Wanita itu tersenyum kaku, setelah memosisikan kedua bocah itu di bantal dengan benar, ia merebahkan tubuhnya di antara kedua bocah itu. Mencoba memejamkan matanya, mengesampingkan masalah yang telah membuatnya menjadi sangat lelah hari ini, mencoba menikmati kebahagiaan yang mung

