Tubuh Leonel merosot ke bawah, ia berlutut sambil memeluk kaki Rebecca. "Bahkan jika aku harus bersujud kepadamu, memohon. Aku akan melakukannya, Kate." Air mata Leonel jatuh ke pipinya, ini adalah pertama kali ia merasa sangat lemah hingga pada titik tak berdaya. Ia menginginkan bayi kembar milikinya yang berada di dalam rahim Rebecca, ia sangat menginginkannya melebihi apa pun. Calon bayi itu, Leonel merasa jika mereka adalah dunianya. "Jangan membuatku dalam posisi sulit, Leonel," erang Rebecca. Seperti Leonel, ia juga berada di titik terendah. "Kumohon, Kate." Tubuh Rebecca juga merosot ke lantai, menyejajarkan dirinya dengan Leonel. "Aku benci kau, Leonel," ucapnya terbata-bata disela isak tangisnya. Leonel membawa Rebecca ke dalam pelukannya. "Bencilah aku, sesukamu. Tapi, jan

