Rebecca mengenakan pakaian dan kerudung berwarna hitam, ia juga mengenakan kacamata berwarna hitam yang menutupi sebagian wajahnya. Ia duduk di samping Leonel, di depannya terdapat batu nisan bertuliskan nama Violeta Johanson. “Violeta, aku tidak menyangka jika kita bertemu dalam keadaan seperti ini,” ucap Rebecca sambil mengusap tulisan nama Violeta. “Kau tahu, Violeta. Aku juga iri padamu. Kau wanita yang sangat sabar dan kuat. Aku tidak mungkin bisa sekuat dirimu.” Rebecca melepas kaca matanya. Ia telah mendengarkan semua cerita perjalanan pertemuan Leonel dan Violeta, sebuah cerita yang mengharukan. Dulu, ia mengira semua ucapan Leonel hanya bualan belaka, sekarang di atas semua yang telah terjadi, baik dirinya maupun Leonel sama-sama bertekad untuk saling menjaga, mengasihi dan men
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


