A Wonam

918 Words

“Kau tampan seperti ayahmu, Brian.” Rebecca membelai rambut seorang anak laki-laki berusia tiga tahun. “Kuharap kau tidak sungguh-sungguh membawa Brian ke London,” ucap Benji, suami Rebecca. Rebecca tersenyum tipis. “Aku lebih baik kehilangan pekerjaan dari pada harus berpisah dari Brian walaupun hanya satu hari, Benji. Kau tahu itu.” “Yeah... kau tidak memikirkan perasaanku.” Benji menaikkan kedua bahunya. “Demi Tuhan, Benji. Kami hanya satu bulan berada di London.” Rebecca memutar bola matanya. Benji menekuk kakinya, menyejajarkan dirinya dengan Brian yang memainkan rubik di tangannya sambil bersandar di sofa dengan gaya sangat santai. “Bagaimana jika kau tinggal di sini dan biarkan Mommy-mu bekerja di London?” Brian menghentikan gerakannya, ia mengalihkan fokus matanya ke arah Ben

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD