6.Nigeria Scam

2515 Words
Setelah memastikan bule pensiunan tentara itu cukup sopan untuk aku ajak berkomunikasi, akhirnya aku berikan juga nomor handphoneku lalu seperti dengan pria Dubai m***m, akhirnya kami berkomunikasi juga lewat aplikasi WA. William : Hai Sunshine, morning.. Sapanya saat pagi datang. Aku sudah bersiap ke kantor saat dia chat aku. Aku : Kamu tidak kerja?, aku sedang dalam perjalanan kerja. Jawabku pada chatnya. William : Aku sedang rehat darling dari tugas piket malamku. Jawabnya. Aku : Okey. Apa aman kamu di sana?. Tanyaku lagi. William : Aku tidak terlalu yakin. Kamu tau bukan, saat berada di daerah konflik perang, apa pun bisa terjadi. Jadi aku hanya harus memastikan diriku selalu siap dengan kemungkinan apa pun yang terjadi nanti. Aku : Good. Dan aku respect dengan apa yang kamu kerjakan. William : Thanks darling. Well, apa kamu merindukanku?. Aku tertawa membaca pesannya. Mana mungkin aku kangen orang yang baru aku kenal. Melihat wajahnya saja belum pernah. Aku : Menurutmu apa mungkin untukku merindukan orang yang baru aku kenal. Kamu masih termasuk pria asing bagiku. William : Oh gosh, kamu terlalu berterus terang. Bolehkah aku merasa sakit hati karena kamu berkata begitu?. Aku merindukanmu darling. Aku tertawa lagi membaca pesannya. Aku : Itu urusanmu dengan dirimu sendiri. Jawabku plus emot tertawa, dia pun membalasnya dengan emot tertawa. Cukup buat aku nyaman, karena dia tidak baper in the club. Aku : Aku sudah sampai kantor, aku harus bekerja dulu. Silahkan lanjutkan pekerjaanmu nanti kita chat lagi. Pamitku dan dia mengerti dengan membalasa pesanku dengan emot jempol dan hati yang banyak sekali. Lumayanlah pikirku, jadi buat aku semangat kerja karena ternyata ada juga lelaki yang mencariku setelah aku selalu sendirian, dan isi chat WA aku hanya berisi tentang pekerjaan. Aku : Apa yang membuatmu bersedia di tempatkan di daerah konflik kalo kamu bisa hidup senang di Amrik, sambil menunggu masa pensiunmu dan menemani 2 putrimu. Tanyaku di lain kesempatan, karena hal lain yang kami bicarakan hanya soal kata kata pujiannya untukku. Entah bilang aku cantik, sexy atau memujiku sebagai perempuan pintar. Agak membosankan untukku kalo kami mengobrol soal itu, dan aku bukan tipe perempuan yang haus pujian, mengingat aku tidak punya kelebihan seperti perempuan lain yang pastinya cantik dan sexy untuk versi lelaki kebanyakan. Jelas aku tidak mau baper untuk hal yang tidak masuk akal. Mana mungkin dengan bentuk tubuhku yang big size dan wajah pas pasan, membuatku cukup percaya diri. Malah aku terkadang insecure, sekalipun sering berusaha aku tekan perasaan itu, dengan menyemangati diriku sendiri kalo aku perempuan pintar, dan menurut beberapa pria, perempuan pintar itu keseksian yang sebenarnya dari seorang perempuan. William : Harusnya begitu seadainya istriku masih hidup. Aku merasa kesepian sepeninggalan istriku, karena kedua putriku, seperti kebanyakan remaja Amrik, jelas lebih suka bersenang senang dengan teman teman mereka di luar rumah. Jadi sewaktu kedua putriku masuk sekolah yang plus asrama, saat itulah aku memutuskan untuk menerima pekerjaan berjaga di daerah konflik perang. Itu jawabannya, dan masuk akal menurutku. William : kamu mungkin tidak tau betapa aku mencintai istriku, sampai aku tidak tertarik untuk mencari penggantinya lagi. Aku : Lalu sekarang kenapa kamu merayuku?. Ledekku menjeda. Dia memberikan emot tertawa dulu sebelum membalas pesanku. William : Entahlah, ada dorongan begitu saja dari dalam diriku untuk mengirim pesan padamu terkait rasa suka dan ketertarikanku padamu. Walaupun aku tidak pernah percaya soal cinta pada pandangan pertama, sekarang aku percaya, kalo cinta mungkin saja datang walaupun hanya melihat sebuah foto. Aku : iyakah?, kamu tidak sedang bercanda?. Balasku merasa tidak mungkin, walaupun sebagian hatiku yang lain membenarkan. Cinta memang mungkin saja hadir lewat pandangan pertama, tapi setauku mungkin terjadi kalo bertemu langsung, kalo lewat selembar foto, rasanya tidak mungkin. William : Ternyata kamu tidak mudah percaya pada orang asing ya?. Good for you and poor me. Keluhnya. Aku tertawa lalu aku berikan emot tertawa juga di chat kami. William : Kalo kamu tidak percaya padaku, anggap saja aku terima pekerjaan yang beresiko besar seperti ini karena aku berharap dapatkan gaji besar dari pekerjaanku ini. Impianku sederhana sekali darling, aku hanya ingin punya tabungan yang cukup untuk kehidupan masa tuaku bersama wanita yang aku cintai, dan aku tidak perlu bekerja lagi saat aku tua. Kalo tabunganku cukup mungkin kalo nanti kita bersama, kita bisa membangun bisnis bersama. Katanya lagi lewat chat. Aku : Memang berapa gajimu dari pekerjaanmu sekarang?. Tanyaku sebenarnya hanya sekedar iseng. William : Sekitar 30.000 USD. Aku bekerja di bawah naungan PBB. Aku : Itu gajimu per tahun?. Tanyaku memastikan, karena fantastic sekali kalo memang dia punya gaji sebegitu besar per bulan. Bayangkan 30 ribu USD kalo di konversi rupiah dengan 1 USD sekitar 14 ribu saja, berarti gajinya sekitar 500 juta rupiah. Setengah milyar?, fantastic sekali, sekalipun dia WN Amrik. William : No darling, itu gajiku sebulan. Jawabnya. Aku : wow. Komenku jujur. Percaya tidak percaya sih. Tapi aku punya kenalan karena pekerjaan, seseorang yang bekerja di sebuah LSM international untuk mengurus lingkungan hidup, Green Peace, itu gajinya perbulan bisa mencapai angka 15 ribu USD perbulan, karena mengikuti standart gaji di Amerika. Jadi masuk akal sih sebenarnya kalo gaji William sekitar segitu. Jadi kalian ngerti ya sampai sini, kalo bule bule ekpatriat itu memang rata rata mapan mendekati tajir. Sekarang kalo sampai seseorang di kirim sebuah perusahan pastinya orang tersebut punya jabatan okey dan pasti di tawari gaji besar agar bersedia di kirim ke manapun untuk kepentingan perusahaan bukan?. William : apa itu artinya bisa jadi bahan pertimbanganmu untuk jadi pacarku atau calon istriku?. Gajiku rasanya cukup kalo aku berniat menikahimu. Katanya lagi. Memang cukup sih, tapi bukan itu tujuan utamaku untuk mencari pria asing yang akan aku jadikan pacar atau mungkin calon suami. Bukan aku tidak matre, bukan seperti itu. Sebagai seorang perempuan juga, aku tentu punya harapan yang sama dengan perempuan kebanyakan yang berharap punya suami mapan dan berkecukupan, karena standart kekayaan seseorang jelas relative. Seseorang bisa saja di anggap kaya oleh orang yang punya penghasilan di bawah orang yang di maksud, dan bisa juga di anggap biasa aja oleh orang yang punya penghasilan atau harta yang lebih banyak dari orang yang di maksud. Jadi untukku soal kaya itu relative tergantung dengan kaca mata apa kita menilai. Aku : kamu tabung saja dulu uang gajimu. Aku toh punya gaji dari hasil aku bekerja, walaupun tidak seamazing gajimu. Jawabku apa adanya. William : Memang berapa gajimu sebagai kepala tim creative station TV di negaramu?. Tidak etis sebenarnya bicara soal gaji, tapi karena aku yang mulai bertanya , tidak fair kalo aku tidak jujur. Dan aku ingat perkataan ibuku, kalo seorang lelaki sudah terbuka soal penghasilannya artinya dia berniat serius pada perempuan yang dia pilih. Kenapa begitu?, ibuku bilang, itu menunjukan kalo lelaki itu berharap perempuan yang dia pilih, menjadikan bahan pertimbangan untuk memutuskan menerima dirinya dan untuk meyakinkan perempuan, kalo hidupnya tidak akan kesusahan kalo akhirnya jadi istri lelaki itu. Aku : gajiku mungkin sekitar sepersepuluh dari gajimu, tapi cukup untuk biaya hidupku di Indonesia, termasuk biaya hidup di kota besar seperti Jakarta. Jawabku, tapi dia tidak langsung menbalas chatku. William : Artinya kamu cukup makan bukan?, apa itu yang berusaha kamu sampaikan padaku?. Kamu sepertinya perempuan mandiri. Lalu untuk apa lagi kamu mencari lelaki?. Aku tertawa membaca pesannya. Aku : Tentu karena aku tidak mungkin bercinta sendirian. Aku butuh pasangan bukan?. Gurauku. Dia berikan emot tertawa dulu menanggapi chatku. William : Kamu benar, kalo begitu jadilah pacarku, dan tunggu aku datang ke negaramu, lalu kita berkencan dulu untuk mengenal satu sama lain. Kalo kamu merasa cocok denganku, baru kita putuskan segera menikah. Bersediakah kamu menungguku datang saat kontrak kerjaku berakhir setahun lagi?. Aku akan senang sekali kalo kamu bersedia menjalin hubungan denganku walaupun kamu berada di Indonesia dan aku berada di Afganistan. Jawabannya atas chatku. Aku : okey, kita coba. Itu jawabanku atas pertanyaannya. Jujur setelah itu aku punya ekspektasi lebih padanya, karena dia memang manis sekali padaku. Chatnya tanpa henti di sela kesibukanku, seakan tau kapan aku tidak sibuk dan kapan aku sibuk dengan pekerjaanku. Ada saja topic pembicaraan dengannya yang buat aku merasa happy terus. Tapi ya itu, hanya sekedar chat, tidak pernah sekalipun bisa aku telpon apalagi video call. Aku sempat nething juga lama lama. Masa sudah hampir dua minggu menjalan komunikasi, sekalipun dia tidak pernah bersedia menjawab telponku apalagi video call. William : Aku kirimkan fotoku saja saat ini ya, aku tidak bisa mengangkat telpon. Nanti aku di tegur komandanku. Bunyi pesannya bersamaan dengan foto dirinya menggunakan seragam loreng khas tentara Amrik. Aku jadi tenang lagi. Walaupun aku jadi sering mengerek supaya dia mengirimkanku foto selfie dirinya hanya untuk melihat wajahnya. Aku suka sekali dengan penampakan wajahnya yang laki sekali. Manly gitu deh, karena dia tentara bukan?. Lelaki dengan usia matang memang menggoda apalagi dia berseragam. Harus aku akui itu benar adanya. Aku pun jadi suka mengiriminya foto selfie diriku hanya untuk memancing komentarnya. William : Kamu cantik sekali, sayang. Andai kita dekat, pasti sudah aku peluk kamu dan aku cium. Komennya pada fotoku. Tapi lalu aku harus meresa kecewa, waktu tiba tiba dia bilang kalo dia sedang libur dan berniat shopping. Aku : Shopping?. Memang memungkinkan untukmu shopping di tengah kesibukanmu?. Tanyaku tiba tiba merasa tidak yakin. Masa iya di daerah konflik perang di mana untuk mendapatkan makan saja sulit, itu artinya perekonomian negara pun bisa jadi terpuruk, mana mungkin ada pusat perbelanjaan. Tapi aku tepis dulu pikiranku itu, mengingat aku belum pernah datang ke Afganistan jadi aku tidak pernah tau gimana situasi dan kondisi di sana. William : Ya sayang, aku ingin membelikan kamu sesuatu, karena aku pacarmu. Aku harap nanti kamu menyukainya. Jawabnya. Aku iyakan saja, lalu chat kami terhenti saat itu. Aku toh sibuk dengan pekerjaanku, sampai pesannya masuk menjelang aku pulang kerja. William : Sayang aku sudah pulang berbelanja, aku beli banyak barang untukmu. Kamu bisa lihat semua, aku beli semua untukmu. Bunyi pesannya bersamaa foto foto hasil belajaan yang dia bilang. Aku meringis waktu melihat tas dan sepatu merk terkenal dan mahal harganya, juga tumpukan uang dolar dan perhiasan emas. Setelah itu aku menghela nafas kecewa. Apa yang di lakukan membuatku teringat dengan modus penipuan yang banyak di lakukan pria bule pada wanita wanita Indonesia. Modus kejahatan klasik dan sangat mudah di kenali. Namanya modus kejahatan NIGERIA SCAM. Di awal modus penipuan ini marak, pelakunya memang pria pria asal Nigeria yang mencatut foto foto pria bule ganteng dan menarik lalu membuat akun sss untuk mencari korban penipuannya. Tapi belakangan yang aku tau, pelaku modus penipuan ini bukan lagi pria pria Nigeria tapi justru pria lokal dari negara kita sendiri. Tapi karena aku belum yakin benar, jadi masih aku pancing dirinya untuk semakin merasa kalo aku sudah terpedaya, padahal aku tidak mungkin membiarkan diriku kena tipu. Aku : Wow banyak sekali yang kamu beli. Komenku sambil menahan diri untuk tidak mengamuk. William : semua untukmu, akan aku kirim padamu ke Indonesia. Boleh aku minta alamatmu?. Tanyanya lagi. Aku turuti dengan memberikan alamat palsu dan entah dia tau tapi lalu membiarkan aku berbohong tentang alamat rumahku. Atau memang sebenarnya tidak penting untuknya tau soal kebenaran alamat rumahku, karena inti dari modus penipuan ini bukan itu. William : Okey darling, aku akan kirim semua ke alamatmu. Nanti resi pengirimannya aku kirim padamu, supaya kamu bisa mengurusnya di bandara dan bea cukai negaramu. Jawabnya. Aku iyakan saja, William : Tapi mungkin sebelum kamu miliki barang barang hadiah kirimanku, kamu di haruskan membayar sejumlah uang sebagai bea masuk negaramu. Ya mungkin sekitar 200 atau 300 USD. Nah itu modus penipuan Nigeria Scam. Membuatku semakin yakin dia ini sedang berusaha menipuku. Sekalipun aku tidak tau modus penipuan yang di lakukan, tentu aku bisa menggunakan logika berpikirku kalo tidak mungkin pengiriman barang dari luar negeri ke Indenesia tidak dia bayarkan dulu dari oleh pengirim barangnya, apalagi dari luar negeri. Ekpedisi tentu tidak mau mengambil resiko jasa kirim barang itu tidak di bayarkan pengirimnya. Lalu soal bea cukai barang tersebut tentu tidak perlu di bayarkan oleh si penerima barang. Perusahaan jasa pengiriman, apalagi yang levelnya international yang harus menanggungnya. Perusahaan jasa pengiriman barang tentu sudah menghitung jasa pengiriman barang itu include bea cukai masuk ke suatu negara. Jadi semakin tidak mungkin harus penerima yang membayarnya. Alasan itu yang membuatku akhirnya tidak pernah lagi menanggapi chat darinya lagi secara berlebih, aku terlanjur sadar kalo aku sedang berusaha di tipu orang. Entah siapa William sebenarnya. Saat aku menatap foto foto yang suka dia kirimkan padaku, semakin jelas kalo dia berniat menipu. Aku soalnya pernah menerima foto selfienya lewat aplikasi WA, dan kebetulan di belakang foto itu ada jam dinding di tembok, yang justru mematahkan alibinya tentang keberadaannya saat mengirim foto selfie dirinya padaku. Jam dinding itu menunjukan pukul 10 sementara jam saat dia kirim foto itu pukul 5 sore. jadi tidak mungkin dia jujur. Afganistan dan Indonesia puny perbedaan waktu sekitar 3 jam. Harusnya jam dindingnya menunjukan pukul sekitar jam 2 siang waktu Afganistan karena lebih telat dari Indonesia khususnya kota Jakarta. Itu saja sudah bohong. Dan bodohnya aku hampir tertipu. William : Honey, aku sudah kirim barang hadiah untukmu, hati hati jangan sampai kamu cerita pada orang lain, karena ada uang gajiku sekitar 30 ribu dolar, dan aku berikan semua untukmu, sebagai bukti aku serius menginginkan kamu jadi istriku. Aku lampirkan juga resi pengirimannya agar kamu mudah mengurusnya di bandara Jakarta. Tolong kabari aku kalo kamu udah terima barangnya atau belum, supaya aku tenang. Pesannya padaku. Masih aku iyakan, karena aku masih berharap dia tidak berniat menipuku. Aku sudah merasa cocok dengannya, itu alasannya. Tapi lalu semua beneran membuatku kecewa saat aku menerima telpon dari orang yang mengaku orang dari bea cukai lalu mengabarkan soal kiriman dari William untukku. “Silahkan selesaikan administrasi bea cukainya dulu bu Novi, baru ibu bisa memiliki paket yang di alamatkan pada ibu. Nanti tolong bukti transfernya kirimkan pada kami. Itu saja bu Novi, tolong kabari kami lagi kalo anda sudah melakukan transfer uang” katanya padaku. Jelas aku abaikan apalagi nomor rekening yang di berikan atas nama orang Indonesia. Fiks ini penipiuan dan modusnya Nigeria Scam yang aku ceritakan tadi. Sudah banyak yang mengalami penipuan model ini. Perempuan perempuan yang kena tipu itu, pastinya akan meneranfers sejumlah uang sesuai tagihan bea cukai rekayasa, lalu saat di susul ke bandara, jelas saja paket itu tidak ada, dan tidak akan pernah ada, karena memang hanya penipuan. Jadi mana mungkin aku turuti pesan wanita yang mengaku pegawai bea cukai bandara. Sejak itu aku abaikan terus pesan dari William termasuk miss callnya padaku berharap aku membalas pesannya. Bodo amat, anda salah mencari korban kali ini. Aku bukan perempuan bodoh seperti yang dia pikir. William : honey…apa kamu sudah terima paketku?. William : Honey.. apa kamu berhenti mencintaiku, dengan kamu menolak menerima paketnya?. William : Honey, masa kamu tidak punya uang untuk membayar pajak paket yang aku kirim?. Aku akan rugi besar kalo kamu tidak bayar pajaknya. Barang yang aku kirimkan padamu sebagai hadiah, itu barang branded semua da nada uangnya. Honey..please balas pesanku. Itu pesan bertubi tubi dari William sampai akhirnya dia berhenti menghubungiku dan memblok nomorku. Selesai sudah episodenya denganku. Tapi aku belum merasa kapok, malah aku semakin merasa penasaran dengan kelakuan pria pria asing yang bermaksud menipu perempuan perempuan yang selalu mendadak hilang akal saat di rayu oleh lelaki b******n.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD