40

1171 Words

Sherin dan Revan keluar bersamaan dari kamar menuju ruang makan. Sebelumnya, Revan memberi tahu Sherin kalau dia harus menutupi lehernya dengan sesuatu. Dan Sherin baru sadar kalau di lehernya ada kissmark. Sherin merasa malu mengingat reaksi Vano dan Vian tadi. Sepertinya, mereka berdua memang melihat kissmark tersebut. Akhirnya, Sherin memakai foundation untuk menutupi kissmark tersebut. Walau malu, Sherin mau tak mau tetap harus bertemu dan bertatap muka dengan dua anak tersebut. Saat sampai di meja makan, Vano dan Vian berusaha fokus pada makanan mereka. Berusaha mengabaikan fakta kalau rambut Sherin kini terlihat basah. Mungkin dia lupa mengeringkan rambutnya saat di kamar tadi. "Aku mau mengunjungi ibu setelah mengantarkanmu ke kampus," ucap Revan. Sherin tersenyum dan mengangguk.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD