"Aku tanpamu, memudar. Doaku tulus untukmu. Bangunlah! Sebut namaku, ku rindu suaramu. Tersenyumlah, agar aku merasa sedikit lega. Sekedar membuka mata, itu sudah cukup. Aku merindukanmu. Sangat...." - Rexford Mackenzie ***** Sudah lima hari lamanya gadis itu berbaring koma. Meskipun dokter mengatakan kondisinya berangsur membaik, tetap saja Rex merasa cemas melihat fakta keinginannya belum terkabul. Pria itu ingin gadisnya bangun, ia sangat merindukannya. Rasanya rindu itu menggebu dan brutal dalam jiwanya. Dengan setianya dan mencoba sabar, Rex terus berada disisinya. Tanggung jawabnya pada perusahaan, ia kerjakan dengan setengah hati. Penyemangatnya dalam kondisi antara hidup atau mati. Rex pun merasakan diposisi itu, ia hidup tapi serasa mati meski kedua matanya terbuka. Allard, ya

