"Jangan sedikitpun berniat mencelakai kekasihku, jika jiwamu tak ingin ku lempar pada pintu kematian." - Rexford Mackenzie ****** Tak seorangpun yang melihat kelopak mata itu perlahan terbuka, jari jemarinya bergerak. Gadis berwajah pucat pasi itu sepenuhnya telah membuka mata, hanya saja pandangannya masih kabur. Perlahan ia bisa melihat dengan jelas, ruangan serba putih itu terasa asing dimatanya. Suara electrocardiogram membuatnya mengikuti arah suara, ia menatap layar electrocardiogram itu. Ia baru sadar jika dirinya terbaring dengan alat-alat penunjuang kehidupan. Setelah sekian lamanya, mata abu-abunya menangkap secercah cahaya matahari yang menyorot melalui jendela. Ia mengedarkan penglihatannya ke seluruh penjuru ruangan, namun ia tak menemukan seorangpun. Ketika ia mengarahkan

