"Inikah permainan takdir? Di saat semuanya baik-baik saja, badai datang dan menghancurkannya. Merubah segalanya yang telah indah. Tuhan, apa harus sesakit ini?" - Litzi Euniciano ***** Madrid, Spain. Luka dan air mata saling merekat dalam hidupnya saat ini. Jiwanya tertekan. Tiap jatuh air mata, tak ada lagi usapan lembut untuk air mata itu darinya. Litzi tahu penyebab perubahan ini, dia sendiri yang menyaksikannya! Tapi gadis itu tidak mengerti haruskah sebesar ini perubahannya? "Hiks.. hiks.." Suara tangisan itu lagi. Erick menghentikan langkah kakinya dan menoleh ke sebuah lorong sekolah yang sudah familiar untuknya. Pemuda itu melangkahkan kakinya menelusuri lorong, gadis yang duduk di lantai dekat kelas kosong itu adalah tujuannya. Litzi meredakan suara tangisnya, ia menatap

