Berat rasanya untuk menerimanya sehingga dia menolak kata mereka yang mengatakan, "Ibu telah tiada! Biarkan Ibu pergi dengan tenang!" Allcia, gadis malang itu tak henti-hentinya menangis di dalam kamarnya. Ia ingin pergi ke lantai bawah, tetapi pintu kamarnya di kunci. "Buka pintunya! Aku mau membangunkan Mommy! Dia tidak boleh pergi! Aku takkan mengizinkan dia pergi!!!" pekik Allcia. Adexe menatap sedih calon isterinya itu. Allcia memohon di kakinya, memintanya untuk membukakan pintu. Adexe tak bisa lakukan itu. Allcia akan kembali berulah bila di biarkan keluar dari kamar. Tadi pagi buta, Allcia mengamuk sampai mendorong peti mati Harsha hingga jatuh dari tempatnya. Adexe tidak sendirian disana, ada Laiv yang sama hancurnya seperti Allcia. Adexe bertekuk lutut dan menangkup wajahnya, i

