Merenung adalah hal yang pasti sering kita lakukan. Berdiam diri disuatu tempat dan memikirkan satu bahkan lebih pikiran. Gadis yang duduk di gazebo itu merasa begitu pilu. Kenangan dan kesedihannya menjadi satu dalam benaknya, hingga emosionalnya membuncah. Jari-jari lentiknya memegang erat ponsel itu, dia tak menatap layarnya. Pandangannya lurus ke depan, namun kosong. Air matanya mengalir dan tetesannya jatuh tepat mengenai layar ponselnya. Ia menunduk dan menatap layar ponselnya. Ditatapnya sepasang paruhbaya yang tampak merangkul dirinya. Litzi ingat betul momen dimana Allard dan Harsha mengangkatnya menjadi bagian keluarga Mackenzie, kemudian merangkulnya tanda bahagia atas kehadiran Litzi di tengah keluarga Mackenzie. Meskipun nama keluarga Euniciano tidak hilang, nama Litzi t

