Selama di perjalanan, Dr. Nacho terus di bayangi sosok Litzi. Ingin sekali rasanya ia untuk memberitahu rahasia terbesar Litzi pada Rex, tetapi selalu saja ada penghalang. Ia tahu jika gadis itu melakukan segala cara untuk menghalanginya. Dr. Nacho menatap ponsel yang tergeletak di bangku sampingnya, harus berapa kali lagi ia mencoba? Usahanya selalu gagal. Dokter itu menatap lurus seraya menyetir. Ia menghela nafas berat. "Bicara lewat telfon, selalu gagal. Bagaimana jika ku gunakan cara lain? Litzi selalu menggagalkan rencanaku. Dan Rex..., dia sangat peduli padanya. Hingga Litzi selalu berhasil mengalihkan perhatiannya dariku!" ucapnya sendirian. Mobil hitamnya berhenti saat lampu lalu lintas menunjukan warna merah. Ia menyandarkan sisi kepalanya ke jendela lalu memijat keningnya yang

