Madrid, Spain. Gadis cantik itu duduk di dekat jendela, ia menulis sesuatu dibukunya. Suasana kelas yang sepi cukup mendukungnya, ia bisa leluasa merangkai kata demi kata di atas kertas putih itu. Senyumnya terukir menyiratkan kebahagiaan. Dalam pikirannya, ia hadirkan seorang pria. Jantungnya berlari maraton tiap kali mengingatnya. Gadis itu memejamkan mata ketika angin yang menyapu wajahnya, terasa dingin sekali. "Litzi!" Panggilan itu mengalihkan perhatiannya, ia menoleh dan menjumpai Hillary yang berlari ke arahnya. "Hola!" Sapa Litzi. "Kenapa kau pergi dari pertandingan basket? Disana ramai sekali, seru! Kau justru memilih tempat yang sepi." Hillary duduk di depan Litzi. Litzi mengulas senyum, "Kau tahu? Aku tidak suka pertandingannya." Hillary mengernyit, "Kenapa?" "Selama pe

