50

229 Words

Zanko yang mendengar jawaban Zhi Zhe begitu ia mulai kesal, “Oh, ya memang. Aku bukan anak perempuan! Apa maksudmu menyamakan aku dengan anak perempuan?” ucapnya sembari menyusul diriku. “Aku tidak mengatakan dirimu anak perempuan loh!” “Aaarrkh.... tapi kamu katakan tadi! Itu sama kamu meremehkanku seperti anak perempuan!” “Oh, tapi aku tidak begitu. Kamu yang mengatakannya sendiri!” “Hei! Kamu harus minta maaf padaku! Harus!” “Tidak akan, aku menarik kata- kataku jadi aku tidak akan meminta maaf pada Zanko!” Di anak tangga terakhir, Zanko berhenti mengoceh. Dia hanya memasang wajah datar dengan hati yang kesal.   Kudekati Nyonya besar yang duduk di sofa itu, sementara di sampingnya adalah ayah. Aku tidak duduk di sofa, aku langsung berlutut di depan Nyonya besar sembari memperha

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD