166

278 Words

“Ya sepertinya tidak ada yang perlu dikhawatirkan, syukurlah. Aku mungkin akan mendapatkan kebebasan, dan ayah tidak menekanku lagi” jawabku tersenyum manis. Aku yang duduk disini merasa lapar, aroma berbagai makanan tercium oleh hidungku. Aku tersenyum, aku pun secepatnya beranjak dari tempat duduk. Berjalan-jalan mendekati berbagai hidangan yang dijual, memilih makanan mana yang akan kubeli. Aku membeli kebab daging dan minuman soda. Aku pun berencana untuk memakan makanan ini saat aku menemukan tempat duduk. Sayangnya menemukan tempat duduk sangat sulit. Aku duduk di pinggir jalan, tepat dimana orang-orang melintas dan begitu juga dengan kendaraan. Aku mulai melahap makanan dan minuman yang kubeli, aku makan sembari memperhatikan keadaan jalan ini. Hingga aku melihat sesuatu yang memb

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD