191

213 Words

“Eh, aku hanya membuat rujak, pencok, dan manisan. Kalau lemper itu aku mengambil di dekat rumahku, bibi penjual lemper adalah tetanggaku.” “Oh,  jadi kamu membantu penjual lemper ya? Tapi itu keren banget! Aku sangat senang punya teman sepertimu”jawabku dengan senyum. Yatshumi tersenyum manis, she melanjutkan memakan rujaknya. Hatinya tidak tersenyum sama sekali mendengar apa yang dikatakan oleh teman barunya ini, ekspresi wajahnya tidak sesuai dengan isi hatinya. Yatshumi meragukan persahabatan barunya dengan anak baru ini, An.   Tidak lama kemudian Hezky dan Won datang ke tempat ini bersama profesor Abysa. Tiga pria itu tampak senang. “An, Yatshumi. Ayo kita kembali ke kelas?” ucap Hezky. “Eh, apa waktu istirahatnya sudah habis?” ucapku. “Sebentar lagi waktu istirahat akan habis,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD