28

226 Words

Seketika itu Zanko kesal, “Aaakh... kau menyebalkan sekali! Hei, dengar baik- baik. Kami datang dan menanyakan baik- baik, mengapa kamu menganggap kami merepotkan? Justru kamu lah yang merepotkan. Gara- gara kamu, kami tidak di ijinkan ibu pergi, tau!”. Aku tersenyum sinis, aku hanya menunjukan sisi ramah diriku. Sisi lainnya sebenarnya aku sangat marah mendengar ocehan Zanko padaku. “Siapa yang meminta? Oh, jadi ibumu yang meminta kalian untuk datang kemari ya? Ya ampun! Sebaiknya kalian pergi saja, aku tidak mau melihat wajah kalian disini.” “Ya baiklah, karena itu maumu tentu saja kami akan pergi. Ayo kakak, kita pergi!”   Zanko dan Yasashi pun pergi meninggalkanku. Aku hanya bisa tersenyum sinis melihat mereka pergi. Aku tidak akan meminta bantuan siapapun meski kondisiku seperti

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD