193

220 Words

“Ya benar, ayah. Tetapi aku ragu, sikapnya seperti yang lain dan lalu menyakitiku. Membuangku seperti sampah, ayah. Aku takut!” ucap Yatshumi menundukan kepalanya, Yatshumi menahan air mata yang mencoba membasahi kedua pipinya. Profesor Abysa mengetahui apa yang terjadi pada putrinya, arti persahabatan sangatlah unik dan menarik serta sulit untuk dibahas dengan Yatshumi. Seorang gadis sekaligus adalah anak dari profesor Abysa sendiri, mengalami kekerasan dalam persahabatan. Yatshumi selalu direndahkan dan dianggap aneh, berbagai macam ejekan ada padanya. Karena itu lah Yatshumi meragukan persahabatannya dengan An, orang yang baru she kenal. “Tenang lah, Yatshumi. Ayah akan selalu ada di dekatmu!” jawab Profesor Abysa. Di langit yang cerah, awan terbentuk dan kembali menghilang perlahan-

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD