23 (END)

1612 Words

Wina hanya dapat berbaring di atas kasur, walau rasa lapar semakin menyerang kuat perutnya. Ia pun tak dapat beranjak bangun akibat kepeningan di kepala semakin parah saja. Jika dipaksakan, maka Wina tak yakin akan mampu menjaga keseimbangan tubuh. Lebih baik membiarkan cacing-cacingnya terus berontak. Meskipun nantinya asupan makanan berhasil masuk ke dalam perut tak menjamin bahwa ia terhindar lagi dari rasa mual. Kemungkinan besar dimuntahkan. Wina ingin merutuki dirinya sendiri yang tetap berusaha melawan untuk pergi ke kantor guna bekerja, walau sejak bangun tadi pagi sudah merasakan badan yang tidak enak. Dan pada akhirnya, saat jam makan siang tiba, Wina tak dapat menahan pusing. Ia pun memutuskan pulang lebih awal. Sesampai di rumah, suasana sepi mengingat ketiga buah hatinya te

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD