#Alfath pov Aku tidak bisa mengekspresikan bagaimana keadaanku saat ini, haruskah senang? Harusnya sedih? Haruskah aku marah? Bahkan hatiku tidak tahu apa yang dirasakannya. Tepat dihadapanku saat ini duduk seorang pria paruh baya yang sangat berarti selama aku hidup. Geka Demian, nama pria paruh baya itu. Dia duduk di hadapanku dengan tatapan yang sama, tenang seperti air mengalir, tidak mudah dibaca namun jika aku masuk pada genangan air itu aku akan tenggelam. Paman Geka seperti itu, paman Geka adalah satu satunya orang yang sulit k****a, dulu maupun sekarang. "Paman terlihat kurus," ucapku. "Iya Tuan, Paman juga merasa seperti itu. Selama pengobatan di Singapore Paman memang merasa semakin kurus." "Maaf aku tidak bisa ke Singapore menjenguk Paman. Perusahaan tidak bisa kutinggalka

