15 - History (S2 End)

1994 Words

"Sayang... Zidan ngompol," seru Alfath dari dalam kamar. Aku yang sedang membuat s**u untuk si kembar hanya berteriak dari dapur. "Iya Al, ini hampir selesai," Kututup botol s**u si kembar, baru saja melangkah satu langkah, namun Alfath berteriak kembali. "Sekarang Zayra yang ngompol sayang!" Teriak Alfath lagi. Aku tak bisa menahan senyumku, "Iya sabar Alfath! Ini aku jalan," "Oh tuhan kalian kenapa kompak sekali pipisnya, daddy jadi bingung," suara Alfath masih kudengar dari luar. Lucu sekali, entah kenapa saat Alfath sembuh dari sakitnya, ia jadi lebih lembut, lebih lucu. Apalagi saat lahirnya si kembar. Dia menjadi lebih bertanggung jawab, lebih sabar, lebih tampan dengan garis kedewasaan yang ia miliki saat ini. Namun tak mengurangi sisi imut pada dirinya. Entahlah, aku seperti wa

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD