Misi Rahasia

2812 Words

Kulihat bus yang mengantarkan teman-temanku pulang dengan hati yang sedih dan juga membuat sedikit iri. Aku iri karena mereka telah dapat pulang kembali menuju Indonesia sementara aku masih ada urusan disini. Tapi ini memang pilihanku sendiri. Aku mendoakan semoga mereka semua selamat melewati perbatasan, menuju bandara hingga tiba di rumah masing-masing di kampung halaman mereka dengan aman tanpa kurang sesuatu apapun. Sekarang rasanya agak sepi tanpa adanya mereka. Tiba-tiba saja aku merasa sendirian dan merasa asing di negeri yang asing ini. Segera setelah aku mengantar kepulangan teman-temanku, aku pun segera meninggalkan hotel dan hendak langsung menuju ke kota Ramallah tempat tinggal keluarga Abu Ghazalah di jalan El Han'nun Street. Aku telah mengemas segala barang dan bawaanku t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD