Esok paginya, Embun bangun pagi-pagi, menyiapkan keperluan kerja suaminya. Kemudian menghangatkan makanan kemarin. Arka bangun dengan wajah ceria, datang ke dapur memeluk istrinya, dia kecupi pipi Embun. “Selamat pagi, Sayang,” sapanya. “Selamat pagi,” jawab Embun. “Masak apa hari ini? Oh, wow. Rendang. Ada sambal cumi juga, kesukaanku. Mulai masak sejak jam berapa, Sayang, kok cepat bikin sebanyak ini?” “Masakan yang kemarin.” “Oh.” Arka garuk-garuk kepala merasa bersalah. “Maaf ya yang kemarin. Pak Dedi tiba-tiba ngajak semua karyawan makan-makan. Aku nggak dibolehin pulang sampai malam.” “Ya,” jawab Embun. “Nggak marah kan, Sayang?” “Nggak.” Arka kecupi pipi istrinya. Sambil dia remas-remas juga d**a istrinya. Arka ceria sekali pagi ini. Sarapan enak, puas semalam sudah gant

