Arka belai-belai wajah istrinya. Begitu Embun benar-benar lelap, Arka mengambil laptop. Arka serius saat dia bilang akan resign. Wajah pemuda itu tanpa ekspresi menyiapkan surat pengunduran diri. Setelah itu bersiap untuk keluar. “Sayang, aku tinggal dulu,” kata Arka. Arka tunggu, dia belai kepala Embun. Namun, Embun masih terlelap. Arka lalu pergi, sebelum pergi dia kunci dulu kamar dan rumah Embun. Arka pergi ke kantor, dia serahkan surat pengunduran diri. “Tidak bisa kalau mendadak begini, Arka,” bilang atasannya. “Maaf, Pak,” jawab Arka. “Gak bisa, Arka. Selain gak dapat gaji bulan ini, nama kamu juga akan masuk blacklist.” “Maaf, Pak.” “Kamu ini serius?” “Iya, Pak.” “Ada apa memang?” “Istri saya sakit, tidak ada yang menjaganya di rumah.” “Hmm. Dengan sangat terpaksa ini

