Nico yang sudah masuk ke dalam mobil menelungkupkan kepalanya di stir kemudi, ia meraba-raba bibirnya sambil mengingat lembutknya bibir Anri. Wajahnya kembali memerah mengingat hal yang baru saja terjadi beberapa menit lalu, jika bukan karena ponselnya berbunyi mungkin mereka tidak pernah mengijinkan Anri untuk masuk ke dalam rumahnya. Teringat ponselnya yang sempat berbunyi Nico segera membuka ponselnya dan melihat satu pesan dari Eun Ha. Mata Nico melebar tidak percaya dengan apa yang di tulis Eun Ha, wanita itu akan terbang ke Jepang minggu depan untuk menjelaskan semuanya. Nico menoleh ke samping di mana mobilnya masih terparkir di depan rumah Anri, ia menggaruk kepalanya keras. Ia harus segera mengakhiri semuanya sebelum semakin bertambah buruk. Pria itu melemparkan ponselnya ke das

