William sudah siap jika Alenia akan menangis, mengamuk, memarahinya, atau berteriak padanya. Atau bahkan mencakarnya. Ia benar-benar siap. Benaknya memikirkan kata-kata untuk disampaikan agar istrinya kembali tenang. Tapi semua kata-kata itu lenyap saat Alenia hanya berlalu, meninggalkan William yang mematung di balkon. Alenia membuka sebotol air mineral dan langsung menandaskan isinya lantas menatap William. Seolah dihipnotis, lelaki itu mendekat dengan langkah kaku dan Alenia malah melangkah menuju pintu. Jantung lelaki itu berdebar tidak karuan. Apa saja yang sekiranya didengar Alenia tadi? Kenapa istrinya hanya diam saja? William bahkan tidak bisa menebak emosi apa yang akan dikeluarkan Alenia karena wajah istrinya benar-benar tanpa ekspresi, tidak terbaca sama sekali. "Amour," Wil

