Bagian 25

1453 Words

Setelah memastikan Alenia terlelap dan baik-baik saja, William segera mengecek Sean di bangsal anak. Anaknya itu semakin kurus sejak terkena diare 2 hari lalu dan tidak seceria biasanya. William mengusap kepala Sean yang tertidur. "Kau sama seperti papa, Jagoan," ujarnya, tersenyum lembut. "Kita sama-sama menginginkan Alenia untuk terus bersama kita, bukan?" Tapi bocah yang sedang tidur itu tak menyahut. Hanya mulutnya yang bergerak seolah sedang mengemut permen. "Papa akan berusaha agar Alenia terus bersama kita." William tersenyum miris mengingat sekarang gadis itu benar-benar hancur karenanya. "Papa akan bertanggung jawab, Jagoan, karena itulah tujuannya. Berdoalah semoga adikmu tumbuh di perutnya." William mengusap perut Sean yang tidak sebulat dulu. Perut anaknya sedang bermasalah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD