Bagian 56

1666 Words

Hari-hari sibuk lintas negara dengan ritme cepat sudah jadi rutinitas William sejak dulu. Bahkan saat ia masih menjadi mahasiswa di Oxford University, ia terlibat dalam beberapa organisasi kemanusiaan. Niatnya mengikuti organisasi itu bukan semata karena William memiliki empati yang begitu tinggi terhadap sesama. Sama sekali tidak seperti itu. Kenangan masa kecilnya yang kelam membuat William tumbuh menjadi pribadi yang dingin dan ambisius. Ia menyukai dunia bisnis. Apalagi bisnis perhotelan yang dirintis ibunya belum berkembang pesat, hanya mencakup wilayah Asia. Karena William ambisius untuk membuat bisnis ibunya semakin berkembang, didukung posisinya sebagai satu-satunya anak lelaki, membuat William memiliki rencana rinci tentang visi misinya kuliah di salah satu perguruan tinggi palin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD