Bagian 31

1509 Words

"Sweetheart, kau sakit?" Jaehwa merangsek maju saat mendapati Alenia membuka pintu dengan wajah pucat pasi. Ia menangkup pipi Alenia dengan tangan besarnya dan menatap wanita itu lekat meski yang ditatap berusaha menghindari tatapannya. "Sweetheart-…" "Aku baik, oppa jangan khawatir." Alenia berlalu memasuki kamar flatnya, membiarkan Jaehwa menyusul dan ikut duduk di sampingnya. Pagi itu, Alenia kembali muntah-muntah setelah meneguk susunya, bertepatan dengan Jaehwa yang mengetuk pintu flatnya. Ia sama sekali tak mengira lelaki itu akan datang sepagian ini dengan sebungkus makanan yang membuat Alenia ingin muntah lagi karena aromanya. Secara tiba-tiba Jaehwa berlutut di hadapannya dan menatap wajah Alenia dengan lekat. "Wajahmu pucat sekali. Kemarin kau tak mengangkat semua panggilanku,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD