Sebuah ruangan kecil yang membuat batinya terasa aneh nampaknya bukan ruangan biasa. Melainkan sebauh ruangan yang di dlamnya berisikan banyak kenangan yang sangat ingin dilupakan olehnya. Makanya pintu nya itu tertuup rapat bahkan, dirinya sendiri tidak tahu dimana keberadaan tiga kunci untuk membuka deret gembok yang sudah sangat usang it. Steffi hanya mampu menatapnya lekat. Dari kejauhan dengan menyilangkan kedua tangannya Rempat itu…tempat yang seharusnya menyimpan jasadku. Tapi, kenapa malah semesta memilih jalan untuk memberitaakan kematian ku ini? Haruskah aku bersyukur atau haruskah aku merengek agar semesta merubah takdirnya. Astaga…kejauhan sekali. Steffi tidak mampu lagi menahan laju air matanya. Dengan perasaan terkejut yang ternya bis amendebarkan jantung yang sudah tak ber

