Sean melajukan mobilnya begitu cepat dan membawa Ariel ke suatu tempat yang sepi. Selama perjalanan Ariel hanya terdiam, cemberut karena ia yang gak ingin bertemu dengan Sean malah dibawa pergi oleh pria itu. "Katakan, apa yang mau kau katakan?" "Aku ... ingin mengakhirinya." "Ya memang sebaiknya begitu." "Maksudku ... pertunangan aku dengan Vania." Ariel membelalakkan matanya. "Kau bercanda? Kau sudah sejauh ini ...." "Aku hanya menyukaimu," ucap Sean, "aku tidak bisa berbohong terus menerus." "Baiklah ...." "Jadi, kita mengaku saja sekarang?" "Jangan!" ujar Ariel buru-buru, "aku sedang dalam masalah dengan orang tuaku." "Kenapa kau tidak menceritakannya denganku?" "Ck ... ini urusan keluargaku." "Jadi, selama ini kau menganggapku apa?" Ariel menatap mata Sean ya
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


