Sahabat rasa keluarga

938 Words
POV AUTHOR Aileen berdiri depan rumah mewah yang seperti istana, karena saking besarnya rumah sahabat kecilnya itu. Dia berkali-kali membunyikan bel rumah itu, dan akhirnya seorah wanita paruh baya membukakan pintunya. “Maaf neng geulis, mau cari siapa?” Tanya wanita itu. “Ariana-nya ada bi?” Sahut Aileen. “Temennya non Ariana ya neng.. masuk neng geulis..” Jawab bibi itu sambil mempersilahkan Aileen masuk ke ruang tamu. “Silahkan duduk neng geulis.. biar bibi panggilin non Nana dulu..” Katanya. “Siapa yang datang bertamu bi?” Tanya wanita paruh baya pemilik rumah itu, Bunda Rena yang masih terlihat cantik di usianya yang sudah berkepala empat. “Cari non Nana Nyonya besar..” Jawab bibi. “Oh.. temennya Nana, ya sudah tolong panggilin.. Nana-nya lagi di kamarnya bi. Biar saya temani temannya dulu..” Perintah Bunda Rena. “Baik Nya..” Kata Bibi itu sambil menganggukkan kepalanya. Bunda Rena bergegas ke ruang tamu untuk menemui tamu yang berkunjung itu. Lalu dia melihat gadis muda cantik yang duduk di sofa. “Temannya Nana ya..?” Tanya Bunda Rena yang membuat Aileen langsung menolehkan kepalanya ke arah wanita paruh baya yang di rindukannya itu.. Dia berdiri dan langsung memeluknya. “Bunda.. kangennn..” Kata Aileen dengan lirihnya. Sedangkan wanita paruh baya itu hanya diam mematung karena kaget, gadis cantik itu tiba-tiba memeluknya. “Siapa ya..?” Tanya Bunda Rena di sela kekagetannya. Membuat Aileen langsung melepaskan pelukannya. “ihh.. bunda, lupa ya sama ileen..” Rengeknya dengan manja, sambil menggoyang-goyangkan lengan wanita paruh baya itu. Sontak saja Bunda Rena langsung kaget, sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Dan tiba-tiba saja langsung memeluk balik Aileen dengan erat. “Astaga.. ini beneran ileen kesayangannya bunda?” Tanya Bunda Rena yang masih tidak percaya dengan apa yang di lihatnya. “Iya bun.. ini Aileen..” Jawabnya sambil memanyunkan bibirnya. “Ya ampun sayangnya bunda.. makin cantik saja, bunda sampe gak ngenalin..” Kata Bunda Rena yang terlihat senang karena bertemu dengan sahabat anaknya, yang sudah di anggap seperti anak kandungnya sendiri. “Siapa bun? Yang nyariin nana..?” Tanya Ariana yang datang menghampiri mereka di ruang tamu. Dan ketika melihat gadis cantik mungil yang ada di depannya itu, dia hanya terdiam sambil mengamatinya dari atas ke bawah seperti meneliti cewek itu yang sedikit tidak asing di matanya. “Gak usa ngeliatin gue segitunya juga kali na..” Sahut Aileen memutar bola matanya malas. Dan sontak saja setelah mendengar suara perempuan itu, dia sangat mengenali siapa sang pemilik suara. Ariana langsung berlari memeluk Aileen sambil melompat-lompat kegirangan. “Astaga.. ileen.. gue kangen banget..” Kata Ariana yang masih memeluk erat Aileen. “Kangen sih kangen na.. tapi gue sesak na gak bisa nafas..” Sahutnya, karena sahabatnya memeluk dia dengan erat. “Eh.. sorry bestie..” Kata Ariana sambil cengar-cengir. “Oh iya.. sampe lupa, nih oleh-oleh dari gue. Untuk bunda juga ada..” Kata Aileen sambil menyerahkan paper bag yang di bawanya ke arah sahabatnya dan Bunda Rena. Di ruang tamu, Tiga perempuan yang berbeda generasi itu sedang duduk sambil membuka oleh-oleh yang Aileen berikan. “Wah.. ini buat bunda sayang” Kata Bunda Rena senang karena melihat barang itu. “Bentar lagi musim hujan.. di pakai ya bunda kalo keluar rumah, biar bunda anget gak kedinginan.. ileen gak mau kalo bunda sakit..” Kata Aileen, sambil memakaikan syal dengan lembut ke Bunda Rena. Sedangkan wanita paruh baya itu yang melihat sikap manis Aileen, matanya langsung berkaca-kaca terharu dengan perhatian yang di berikan oleh gadis cantik itu. “Makasih ya sayangnya bunda.. ini bunda suka banget hadiahnya..” Sahut Bunda Rena yang langsung memeluknya. “Oh ya.. ada lagi buat bunda..” Kata Aileen sambil mengeluarkan sebuah kotak dari dalam tasnya. Dan menyerahkan kotak itu pada Bunda Rena.. yang langsung saja di buka oleh sang empunya, dan kaget karena melihat ada jam tangan yang sangat terlihat cantik dan elegan seperti gelang mewah. “Ihh.. curang lo leen.. gue juga mau.. bagus banget jam tangannya..” Sahut Ariana yang merasa iri karena bundanya mendapat hadiah jam tangan itu. “Lo liat dulu bego.. oleh-olehnya, kalo gak mau gak papa nanti gue kasih Aura..” Jawab Aileen. Ariana buru-buru membuka paperbag yang ada di tangannya, dan langsung saja matanya langsung berkaca-kaca.. melihat barang yang ada di kotak besar itu. Ankle boots limited editions merk ternama yang hanya di buat Lima pasang. Dia ingat waktu itu, dia curhat dengan sahabatnya itu sambil menangis tersedu-sedu.. karena sepatu itu telah habis terjual semua. Dan tentu saja dia sangat terharu karena sahabatnya itu malah memberi sepatu yang dia idam-idamkan itu. “Makasih.. Lo emang yang terbaik my bestie..” Sahut Ariana dan langsung memeluk sahabatnya itu. “Gue yang harusnya makasih.. karena lo mau membagi bunda lo buat gue Na. Dan lo juga udah mau sayang sama gue.. makanya apapun yang buat lo bahagia, gue akan berusaha mewujudkannya..” Kata Aileen sambil melepaskan pelukannya. “Oh so sweet.. dua kesayangannya bunda..” Sahut Bunda Rena sambil memegang kedua tangan mereka. “Mumpung lo di sini, gimana kalo habis ini kita ke Mall.. gue kangen hangout bareng-bareng nih” Tiba-tiba Ariana memunculkan ide untuk memecah situasi mellow mereka. “Hmm.. tapi lo aja yang bawa mobil, gue kesini tadi naik taksi..” Sahut Aileen. “Suruh anterin adik kamu saja, sekalian ajak dia.. mumpung dia lagi di rumah” Saran Bunda kepada anak perempuannya itu. “Tumben bun.. biasanya juga gak pernah ada di rumah kalo weekend. Pasti biasanya sibuk sama pacar-pacarnya..” Kata Ariana. “Gak tau juga bunda.. tumbenan. Ya sudah, kamu siap-siap gih.. kalau jadi jalan biar nanti pulangnya gak kemaleman” Kata Bunda Rena.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD