chapter 22

671 Words

Inge benar-benaer tidak tahu lagi harus bagaimana. Dia terjebak di tubuh Maxon, dan sekarang dia sedang berjalan menuju koridor Mahardika seperti orang ling-lung. Ini adalah hal yang paling aneh sepanjang hidupnya. Saat Inge melihat ke bawah, ada sepasang sepatu Maxon yang sangat nyaman. Sudah pasti harganya selangit. Belum lagi sapaan dari adik kelas yang ditunjukkan kepada Maxon. Inge kasihan kepada mereka karena dirinya bukan Maxon, jadi tidak bisa bersikap aneh atau ramah.             “Max—“             “Woi!” Inge refleks mundur saat Xeliv menyentuh bahunya.             “Mabok lu?” Xeliv bertanya dengan raut bingung.             “So-sorry... kaget.”             “Terserah, lo emang aneh,” katanya. “Oh iya, kenapa semalem chat gue nggak dibales? Udah molor?”             Inge tidak

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD