Alaric merasakan perbedaan yang drastis terjadi pada sahabatnya, Diani. Gadis itu berubah menjadi lebih pendiam, tidak terlalu moody seperti biasanya. Lebih banyak mengurai senyum, bahkan kepada hal yang tak disukainya. Alaric juga menyadari perubahan Diani dalam hal berbusana. Kini gadis itu lebih sering tampil feminin, dengan polesan makeup tipis di wajahnya yang lonjong dan putih bebas jerawat. Alaric yang sedang mengantarkan berkas-berkas klien ke Diani saat itu memegang dahi sahabatnya dengan wajah serius, membuat Diani terkejut bukan main. Buru-buru dia menghempaskan tangan Alaric lalu mendengus pelan. "Enggak panas, berarti suhu tubuh normal," gumam Alaric yang bisa terdengar oleh Diani saat itu. "Gue emang gak sakit. Emang kenapa? Ada yang nyebar gosip gue pingsan?" kata Dian

