Leon mengangkat sebelah alisnya menatap Nola yang menjauhkan piringnya yang telah kosong. Gadis itu sudah menyelesaikan sarapannya, habis tak bersisa. Sepertinya dia kelaparan, entahlah. Atau memang tak sempat sarapan. Bukankah tadi Nola mengatakan menyelinap saat keadaan masih sepi? Soal menyelinap itu, Nola patut diacungi dua buah jempol. Dia terlalu nekat dan berani, juga hebat dalam waktu bersamaan. Padahal tidak memiliki kekuatan apa pun, tapi tidak tertangkap dan terdeteksi. Bukankah itu sangat mengagumkan? Sementara dirinya yang merupakan salah satu petarung inti klan tidak pernah berpikir untuk melakukan itu. Bisa dikatakan ia takut, hukuman yang diberikan pemimpin klan Thomas tidak main-main. Hukuman yang bisa mengancam jiwanya. Namun, sekarang ia mengambil resiko itu dengan berb

