Wajah Freya memucat. Dia bisa melihat tatapan penuh tanda tanya dari Shofi. Gadis itu menatapnya dan Pak Reza bergantian. "Kenapa memangnya kalau saya makan malam sama Freya?" tanya Pak Reza datar. Shofi meneguk ludah. Dia menyenggol Freya dan berbisik pelan. "Fre, lo nggak nggodain Pak Reza supaya cepet lulus kan?" Boro-boro cepet lulus, skripsi gue malah diperlambat gegara dia! "Fre!!!" Shofi menyenggol lengan Freya. Freya tersentak. "Ya enggaklah, lo gila apa!" Shofi mengangguk. "Gue tahu lo emang gadis baik-baik. Kalau gitu pasti Pak Reza yang nggodain elo, kan?" Mata Pak Reza membulat tak percaya. "Shof, elo salah paham deh. Kita nggak saling nggodain satu sama lain. Pak Reza itu sebenernya ... sebenernya Om gue." Freya berkata lirih. Pak Reza membulatkan matanya lagi. Tapi

