Gelak tawa renyah Rayu terdengar hingga dalam rumah, membuat Mama Mulya geleng-geleng kepala. Di halaman depan, Rayu sedang bermain-main dengan Tulip, kucing kampung kesayangan keluarga ini yang Mulya pungut di parkiran pengadilan agama di hari hakim ketuk palu meresmikannya sebagai duda. Saat Mulya membawanya pulang, Tya tertawa, berkata Tuhan sangat baik memberi Mulya teman pengganti Yuri agar Mulya tidak kesepian. "Nih, Yu, kasih makan si Tulip." "Tatuuut." Rayu berjingkat-jingkat lari mundur dengan wajah ngeri. Tya terbahak kencang. "Lagu lo, Yu, sok-sokan kayak bersahabat sama Tulip tapi ngelus aja nggak berani. Aw!" tawa Tya tiba-tiba jadi pekikan kaget saat Mulya menjitak kepalanya. Mulya mengambil piring kecil ikan goreng gosong di tangan Tya dan membawanya ke dekat Tulip. "

