Tya tertawa di antara geli dan kasihan melihat Mulya jadi badut semi-sungguhan. Rayu melarangnya melepas kostum badut sehingga Mulya banjir keringat di balik kostum badut kelinci itu. Sering kali dia terlihat mengusap keringat di kening dan mengipas-ngipaskan tangan di depan wajah yang Tya sangat yakin sia-sia lantaran tangan itu berlepis sarung tahun cukup tebal. "Eh eh, Mbak Rini mau ke mana?" "Mau kasih minum buat Mas Iya, kasihan dia dari tadi belum minum apa-apa." Tya berdecak sembari menarik Mba Rini berdiri di sebelahnya. "Nggak usah, tuh udah ada yang ngasih." Saat Mbak Rini menoleh ke arah Mulya, terlihat Yuri mengulurkan sebotol air mineral dingin pada Mulya yang sedari tadi jadi pusat perhatian bersama tukang sulap, kendati Mulya tidak memakai lagi topeng kelincinya

