Mulya tidak bisa menyelesaikan jam kerjanya dengan tenang, ia sengaja pulang lebih cepat untuk kembali ke rumah yang mendadak jadi asing disebut rumah. Biasanya di sini lah tujuannya pulang, ada Yuri yang menyambutnya di depan pintu. Kadang sambil bergelayut di lengannya yang herannya belakangan sama sekali tidak menambah lelah Mulya. Ayah Yuri menyuruhnya duduk di ruang tamu, selayaknya orang asing bertamu pada umumnya. "Saya minta maaf udah menyakiti Yuri dan bikin Ayah kecewa. Saya nggak akan beralasan atau ngerang pembenaran, saya salah, saya benar-benar menyesal," tutur Mulya dengan kepala tertunduk dalam. "Kamu tahu alasan saya sangat memanjakan Yuri dari kecil sampai sekarang?" tanya Ayah retoris. "Sejak Yuri lahir saya selalu merasa bersalah karena dia harus tumbuh tanpa sosok I

