Pria muda ini beranjak menuju motor diiringi oleh Dinda sampai naik motor. Sang ustaz memandang penuh kasih ke arah calon istrinya. “Hati-hati, ya. Selalu baca doa dan zikir. Mustafa masih mencintaimu dan membuatku cemburu,” ucap Ustaz Hamdan. “Insyaallah akan selalu berdoa. Terima kasih atas perhatian selama ini,” balas Dinda sembari melihat ke pria yang duduk di atas motor di hadapannya. Pasangan calon pengantin berpandangan penuh arti. Tiada kata yang terucap karena hati mereka telah bertaut. Ada dua hati yang kasmaran dan tentu saja ada yang tak rela mereka bersatu. “b******k! Permata cincin ilang lagi. Aku mau pake tubuh kamu. Woii, bangun! Ngapain pake kejedot segala? Permaisuriku keburu diambil ustaz tak tau diri itu,” ucap Mustafa di samping tubuh Pak Wardoyo yang sedang koma.

